Explore Zona Dewasa

Heboh! Ngentot Brutal di Pinggir Jalan

Tradingan.comWajahmu sama sekali tidak cantik. Hidungmu pesek

seperti jambu klutuk yang disumpalkan di atas mulutmu. Gigi atasmu
tonggos, terlalu jauh keluar dari bibirmu yang tebal tidak karuan.
Jidatmu menonjol tak proporsional dengan mukamu yang bulat dan gempal.
Kedua matamu belo dan sama sekali tidak sedap dipandang mata.


Pokoknya, nasibmu lah, Tuminah. Buruk muka, dan menjadi babu pula.
Menjadi bagian dari masyarakat yang tercampakkan walau konon sangat
diperlukan. Bekerja keras untuk gaji yang tidak seberapa. Sejak kecil
kau telantar, karena toh kedua orangtuamu juga tak sanggup memberimu
makanan yang cukup.

Untung sajalah kau sekarang bekerja untuk tuan dan nyonya mudamu yang
agak baik hati itu. Tuan Andi dan Nyonya Nita; masing-masing eksekutif
muda yang sedang naik daun. Punya mobil dua, tidak ada anak, rumah
cukup besar, dapur modern. Beruntunglah kau, Tuminah. Coba bandingkan
dengan terakhir kali kau bekerja, di saudagar Tionghoa yang sedang
bangkrut itu. Wah, jauh sekali bedanya.

Tuan Andi gagah tampan. Nyonya Nita cantik menawan. Kamu …? Ah, kamu
seperti kain dekil yang tersampir selalu di pundakmu. Mereka seperti
sutra halus aneka warna. Kamu seperti gentong berlumut di pojok garasi
itu. Mereka seperti patung marmer buatan Italia.

Pokoknya, nasibmu lah, Tuminah.




Bahkan Bang Miun, tukang sayur yang dulunya tukang ikan itu, tidak
suka melihat wajahmu. Bang Miun lebih suka menggoda dan menjawil-jawil
si Rukiah yang montok di seberang jalan itu. Atau mencubit-cubit
pantat Inem yang memang bahenol itu. Bahkan sampai berebut dengan si
Rohmat, supir tua yang matakeranjang itu.

Tidak ada yang mau menggodamu, Tuminah. Kamu jelek dan tak menarik
sama sekali. Mukamu itu, lah. Terlalu cepat menggugurkan selera
laki-laki.

Padahal badanmu bagus belaka. Sebagai wanita, yang sedang tumbuh
dewasa, dan bekerja membanting tulang, maka tubuhmu terbentuk bagus
seperti Nyonya Nita yang menghabiskan jutaan rupiah untuk ikut, Lanjut baca!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Heboh! Ngentot Brutal di Pinggir Jalan"

Posting Komentar